Jumat , 6 Maret 2020. Petani jagung di Kecamatan Biringbulu kabupaten Gowa Sulawesi Selatan hampir memasuki masa panen raya. Bercocok tanam jagung merupakan mayoritas pekerjaan yang paling banyak di geluti masyarakat Biringbulu,maka tak heran jika jagung merupakan komuditi andalan di Kecamatan Biringbulu. Desa Taring merupak salasatu Desa di Kecamatan Biringbulu yang terkenal dengan hasil produktivitas jagung yang melipah setiap tahunnya. Namun memasuki masa panen para petani di buat resah dengan kemunculan penyakit yang sangat menganggu pertumbuhan tanaman jagung. Tidak hanya itu penyakit ini di perkiraan akan berdampak drastis terhadap produktivitas hasil panen sehingga terancam mengalami kerugian,hal ini di karenakan jagung yang terkena penyakit ini akan sulit mengalami perkembangan tongkol. Hampir semua tanaman jagung petani terjangkit.penyakit yang sama.
Penyakit hawar daun turcicum pada tanaman jagung di Desa Taring disebabkan oleh jamur Helminthosporium turcicum. Jamur membenuk konidifor (organ reproduksi pada jamur) yang keluar dari mulut daun, satu atau dua dalam kelompok, lurus atau lentur, berwarna coklat, panjangnya sampai 300 µm, tebal 7-11 µm. konidium (spora aseksual) lurus atau agak melengkung, jorong atau berbentuk gada terbalik, pucat terkadang memiliki warna seperti coklat jerami. Mempunyai 4-9 sekat palsu dengan panjang 115µm.
Gejala
Pada tanaman yang terserang menunjukan gejala visual berupa bercak agak memanjang, bagian tengah agak melebar, makin ke pinggi r makin kecil, berwarna coklat keabuan, dikelilingi oleh warna kekuningan sejajar dengan tulang daun. Selanjutnya bercak-bercak tadi berubah warna menjadi coklat kehijauan. Bercak kemudian membesar dan mempunyai bentuk berupa kumparan atau perahu. Lebar bercak 1-2cm dengan panjang 5-10cm. Konidia banyak terbentuk pada kedua sisi bercak pada kondisi banyak embun atau setelah turun hujan. Beberapa bercak dapat bersartu membentuk bercak yang lebih besar sehingga dapat mematikan jaringan daun. Tanaman jagung yang tertular berat tampak kering seperti habis terbakar.
#tau barani



0 Komentar